<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Permata Muslimah</title>
	<atom:link href="http://ummuammar88.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://ummuammar88.wordpress.com</link>
	<description>Rumahku Surgaku</description>
	<lastBuildDate>Tue, 29 Nov 2011 09:48:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain='ummuammar88.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>http://0.gravatar.com/blavatar/04a39c151f112e0fc277fe8513a1a42a?s=96&#038;d=http%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Permata Muslimah</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="http://ummuammar88.wordpress.com/osd.xml" title="Permata Muslimah" />
	<atom:link rel='hub' href='http://ummuammar88.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
		<item>
		<title>Haramkah Wanita Memperdengarkan Suaranya?</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/11/20/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/11/20/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 20 Nov 2011 10:00:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[hukum suara wanita]]></category>
		<category><![CDATA[suara aurat]]></category>
		<category><![CDATA[tunduk dalam ucapan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1817</guid>
		<description><![CDATA[Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung/kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya? Jawab: Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله berkata, “Ucapan wanita tidaklah haram dan bukan aurat. [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1817&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/11/loudspeaker.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1818" title="loudspeaker" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/11/loudspeaker.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Apakah suara wanita haram sehingga ia tidak boleh berbicara dengan pemilik warung/kios di pasar guna membeli kebutuhannya, walaupun tanpa membaguskan dan melembutkan suaranya? Begitu pula, dengan rasa malu ia mengajak bicara tukang jahit saat ia hendak menjahitkan pakaiannya?</p>
<p>Jawab:<br />
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin رحمه الله  berkata, “Ucapan wanita tidaklah haram dan bukan aurat. Akan tetapi, bila si wanita melunakkan suaranya dan melembutkannya,<span id="more-1817"></span>serta berucap dengan gaya bicara yang bisa membuat orang lain tergoda, itu baru haram. Ini berdasarkan firman Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala:<br />
“Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan hingga berkeinginan jeleklah orang yang di hatinya ada penyakit.” (Al-Ahzab: 32)<br />
Dalam ayat di atas, Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala tidak mengatakan, “Maka janganlah kalian berbicara dengan para lelaki.” Tetapi, Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala mengatakan, “Maka janganlah kalian tunduk dalam ucapan.”<br />
Tunduk dalam ucapan lebih khusus daripada berbicara secara mutlak1.<br />
Dengan demikian, tidak mengapa seorang wanita berucap kepada lelaki bila tidak menimbulkan fitnah. Dahulu ada wanita mendatangi Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam dan mengajak bicara beliau, sementara orang-orang mendengar ucapan si wanita dan Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam pun menjawab ucapannya. Hal itu tidaklah dianggap sebagai kemungkaran.<br />
Hanya saja, tidak boleh berduaan saat berbincang dengan seorang wanita, melainkan harus ditemani mahram si wanita dan tidak menimbulkan fitnah. Karena itulah, seorang lelaki tidak diperkenankan menikmati suara wanita, sama saja baik ia menikmatinya sebagai kesenangan yang biasa (karena kemerduan suaranya, misalnya, pen.) maupun karena kesenangan syahwat. Wallahul muwaffiq.” (Fatawa Manaril Islam, 3/835—836, dinukil dalam Fatawa al-Mar’ah al-Muslimah, hlm. 688)</p>
<p>Sumber: <a href="http://asysyariah.com/sakinah/fatawa-al-marah-al-muslimah/846-haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya-fatawa-al-marah-al-muslimah-edisi-61.html">http://asysyariah.com/sakinah/fatawa-al-marah-al-muslimah/846-haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya-fatawa-al-marah-al-muslimah-edisi-61.html</a></p>
<p> </p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1817/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1817/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1817/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1817&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/11/20/haramkah-wanita-memperdengarkan-suaranya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/11/loudspeaker.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">loudspeaker</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Wanita Bekerja Di Luar Rumah</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/11/16/wanita-bekerja-di-luar-rumah/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/11/16/wanita-bekerja-di-luar-rumah/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Nov 2011 16:24:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[Berkhalwat]]></category>
		<category><![CDATA[fitrah wanita]]></category>
		<category><![CDATA[ikhtilath]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban seorang ibu]]></category>
		<category><![CDATA[Tabiat wanita]]></category>
		<category><![CDATA[tugas ibu]]></category>
		<category><![CDATA[wanita bekerja di luar rumah]]></category>
		<category><![CDATA[wanita karir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1815</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Saya bekerja dari pukul 07.00-13.00 WIB dan saya biasa berangkat kerja sendiri. Suami saya bekerja mulai pukul 08.00 WIB. Yang ingin saya tanyakan: a. Selama 1 jam setelah saya berangkat kerja, di rumah hanya ada suami dan pembantu yang ditemani anak-anak saya yang masih kecil. Apakah hal ini dibolehkan oleh syariat? b. Apakah dengan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1815&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/11/office.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1816" title="office" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/11/office.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Pertanyaan: Saya bekerja dari pukul 07.00-13.00 WIB dan saya biasa berangkat kerja sendiri. Suami saya bekerja mulai pukul 08.00 WIB. Yang ingin saya tanyakan:<br />
a. Selama 1 jam setelah saya berangkat kerja, di rumah hanya ada suami dan pembantu yang ditemani anak-anak saya yang masih kecil. Apakah hal ini dibolehkan oleh syariat?<br />
b. Apakah dengan menitipkan anak selama saya bekerja termasuk menyia-nyiakan tanggung jawab saya sebagai seorang ibu?<br />
c. Apakah benar tindakan suami saya yang membiarkan saya bekerja di luar rumah?<br />
Saya sangat mengharapkan jawaban agar saya tidak terlampau jauh terjerumus dalam<br />
kemaksiatan.<br />
(Ummu Fulan &#8211; Jakarta)<span id="more-1815"></span>Jawab :<br />
Pertanyaan saudari dapat kami jawab sebagai berikut:<br />
a. Syariat yang mulia menetapkan larangan laki-laki bercampur dengan wanita yang bukan mahramnya (ikhtilath) karena hal ini dapat mengantarkan kepada perbuatan yang keji, terlebih lagi bila terjadi khalwat (bersepi-sepi/berduaan) antara laki-laki dan wanita yang bukan mahramnya tersebut. Sementara keberadaan seorang pembantu di rumah, sulit untuk menghindari ikhthilath dengannya bahkan mungkin di suatu keadaan terjadi khalwat.<br />
Hal ini jelas merupakan pelanggaran syariat dan dikhawatirkan akan terjadi fitnah, karena Allah Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala menciptakan laki-laki dengan kecenderungan yang kuat terhadap wanita dan sebaliknya wanita diciptakan cenderung dengan lelaki. Bila terjadi ikhtilath, kecendurungan tadi akan mengantarkan kepada keinginan yang jelek dikarenakan jiwa itu senantiasa memerintahkan kepada kejelekan, sedangkan hawa nafsu itu membutakan mata dan menulikan telinga sementara setan selalu memerintahkan kepada perbuatan keji dan mungkar. (Fatawa wa Rasail Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Alusy Asy-Syaikh, 10/35-44)<br />
Namun jangan dipahami bahwa kita tidak memperbolehkan mempekerjakan seorang pembantu rumah tangga. Kalaupun kita memiliki pembantu maka harus dijaga hijab antara pembantu tersebut dengan tuan rumah, jangan dibiarkan ia bercampur bebas dengan laki-laki dari anggota keluarga tersebut.<br />
Asy-Syaikh Abdul ‘Aziz bin Abdillah bin Baz Rahimahullaah ketika ditanya: Apakah seorang pembantu rumah tangga harus berhijab dari majikannya? Beliau menjawab: “Ya, wajib bagi pembantu rumah tangga untuk berhijab dari tuannya dan ia tidak boleh menampakkan perhiasannya (tabarruj) di depan tuannya. Haram bagi tuannya berkhalwat dengan pembantu tersebut dengan dalil yang umum. Bila pembantu tersebut tidak berhijab dari tuannya dan bertabarruj di hadapannya maka dikhawatirkan tuannya akan terfitnah dengannya. Demikian pula berkhalwat dengannya merupakan satu sebab setan menghias-hiasi hingga tuannya akan terfitnah dengan pembantunya.” (Al-Fatawa, kitab Ad-Da’wah 2/227)<br />
Dengan penjelasan di atas maka saudari bisa melihat keadaan pembantu di rumah saudari, apakah aman dari ikhtilath antara suami dengannya, apakah aman dari terjadinya khalwat, apakah terjaga hijab antara suami dengannya dan kemudian apakah aman dari fitnah?<br />
b. Seorang ibu diberi amanah oleh Allah  Subhanahu wa ta&#8217;ala untuk mengasuh anak-anaknya dan mengurus rumah suaminya dan kelak di hadapan Allah dia akan ditanya tentang tanggung jawabnya ini sebagaimana sabda Rasulullaah Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam :</p>
<p>“Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya tentang apa/siapa yang di bawah kepemimpinannya. Kepala negara adalah pemimpin. Seorang laki-laki adalah pemimpin atas keluarganya. Seorang istri adalah pemimpin atas rumah suaminya dan anak suaminya. Maka setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan ditanya (dimintai pertanggungjawaban) terhadap apa yang dipimpinnya.” (HR. Al-Bukhari no. 2554 dan Muslim no. 1829)<br />
Dengan demikian tugas utama seorang ibu adalah mengatur rumah suaminya, mengasuh dan mendidik anaknya, dan bukan tugasnya untuk mencari nafkah di luar rumah bila masih ada yang menanggung hidupnya dan anak-anaknya. Suamilah yang bertanggung jawab untuk mengemban tugas mencari nafkah. Bila seorang ibu bekerja di luar rumah hingga berakibat anak-anaknya terlantar dan tidak terurus pendidikannya maka jelas si ibu telah menyia-nyiakan tanggung jawabnya<br />
Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdillah bin Baz رحمه الله  berkata: “Telah dimaklumi bahwa Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala menciptakan wanita dengan susunan tubuh yang khusus, sangat berbeda dengan susunan tubuh laki-laki. Allah persiapkan wanita untuk menunaikan pekerjaan-pekerjaan di dalam rumah dan pekerjaan yang bisa ditangani di tengah-tengah kaum wanita. Dengan demikian terjunnya wanita di lapangan pekerjaan yang sebenarnya dikhususkan bagi pria sama artinya mengeluarkannya dari susunan tubuh dan tabiatnya. Hal ini merupakan pelanggaran (kedzaliman) yang besar terhadap wanita, dapat meruntuhkan kepribadian dan menghancurkan moralnya. Akibatnya akan merembet kepada anak-anak baik putra maupun putri, karena mereka kehilangan tarbiyah, kasih sayang dan kelembutan. Ibu yang selama ini memerankan tugas tersebut telah memisahkan diri darinya dan secara penuh telah menjauh dari istananya, padahal tidak mungkin wanita itu mendapatkan kesenangan dan ketenangan kecuali di dalam rumah.”<br />
Beliau melanjutkan: “Islam menetapkan masing-masing dari suami dan istri memiliki kewajiban yang khusus agar keduanya dapat menjalankan perannya, hingga sempurnalah bangunan masyarakat di dalam dan di luar rumah. Suami berkewajiban mencari nafkah dan penghasilan sedangkan istri berkewajiban mendidik anak-anaknya, memberikan kasih sayang, menyusui dan mengasuh mereka, serta tugas-tugas lain yang sesuai baginya seperti mengajar anak-anak perempuan, mengurusi sekolah mereka, merawat dan mengobati mereka dan pekerjaan semisalnya yang khusus bagi wanita. Bila wanita meninggalkan kewajiban dalam rumahnya berarti ia menyia-nyiakan rumah berikut penghuninya. Hal tersebut berdampak terpecahnya keluarga baik secara hakiki maupun maknawi.” (Khatharu Musyarakatil Mar’ah lir Rijal fi Maidanil Amal, hal.4-5)<br />
c. Islam tidak melarang sepenuhnya bagi wanita untuk bekerja namun Islam menetapkan aturan, mana yang boleh dari pekerjaan tersebut dan mana yang tidak boleh. Sebagaimana Islam menetapkan syarat-syarat yang harus dipenuhi oleh seorang wanita yang bekerja di luar rumah, seperti harus mendapatkan izin dan ridha suami, tidak ada ikhtilath dan khalwat dengan laki-laki bukan mahram di tempat kerjanya karena bidang yang ditekuni adalah khusus lapangan kerja bagi wanita seperti mengajar anak-anak perempuan, menolong persalinan, mengobati dan merawat anak-anak kecil dan wanita yang sakit dan sebagainya. Kemudian ia keluar rumah dengan memperhatikan adab-adab keluar rumah seperti berhijab dengan sempurna dan tetap dapat menjaga hijabnya di tempat kerja, tidak memakai wangi-wangian, tidak berdesakan dengan laki-laki di jalan menuju tempat kerja, berhias dengan rasa malu dan menundukkan pandangannya. Dan tentunya dituntut bagi serang ibu agar jangan sampai ia bekerja di luar rumah, sementara anak-anaknya terlantar di dalam rumah tanpa ada yang mengurusi, merawat, mengawasi dan mendidik mereka, apalagi bila anak-anak tersebut masih kecil.<br />
Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin رحمه الله ketika ditanya, bidang pekerjaan apa yang boleh ditekuni oleh wanita? Beliau رحمه الله  menjawab: “Bidang pekerjaan yang khusus bagi wanita seperti mengajari anak-anak perempuan atau ia bekerja di rumahnya dengan menjahit pakaian wanita dan semisalnya. Adapun wanita menerjuni lapangan kerja yang khusus bagi laki-laki maka tidak diperbolehkan karena hal itu mengharuskan ia berikhtilath dengan laki-laki sehingga akan timbul fitnah yang besar sementara Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam telah bersabda, yang artinya: “Tidaklah aku tinggalkan setelahku fitnah yang lebih berbahaya bagi laki-laki daripada fitnahnya wanita”. (HR. Al-Bukhari dan Muslim)<br />
Berdasarkan hal ini wajib bagi seseorang untuk menjauhkan keluarganya dari tempat-tempat fitnah dan sebab-sebab fitnah dengan segala keadaan.” (Fatwa Asy-Syaikh Ibnu ‘Utsaimin, 2/837)<br />
Yang perlu diingat bahwa tanggung jawab mencari nafkah ada di tangan suami sehingga bila ia masih mampu menghidupi keluarganya, jangan ia biarkan istrinya bekerja di luar rumah. Sebaliknya ia lazimkan istrinya untuk tetap tinggal di rumah karena Allah Subhanahu wa ta&#8217;ala berfirman:</p>
<p>“Dan tetaplah kalian tinggal (para wanita) di rumah-rumah kalian.” (Al-Ahzab: 33)<br />
Asy-Syaikh Ibnu Baz Rahimahullaah berkata: “Mengeluarkan wanita dari rumah untuk bekerja sementara rumahnya itu adalah kerajaannya dalam kehidupan ini sama artinya mengeluarkan si wanita dari tabiat dan fitrahnya yang Allah ciptakan dia di atas tabiat dan fitrah tersebut.” (Khatharu Musyarakatil Mar’ah lir Rijal fi Maidanil Amal, hal. 4)<br />
Wallahu ta’ala a’lam bish-shawab.</p>
<p>Sumber : http://asysyariah.com/sakinah/fatawa-al-marah-al-muslimah/885-wanita-bekerja-di-luar-rumah-fatawa-al-marah-al-muslimah-edisi-8.html</p>
<p>Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/02/23/adab-adab-berbicara-bagi-wanita-muslimah/" target="_blank">Adab-adab Berbicara bagi Wanita Muslimah</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/07/14/larangan-wanita-pergi-tanpa-mahram/" target="_blank">Larangan Wanita Pergi Tanpa Mahram</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/06/05/tanggung-jawabmu-di-rumah-suamimu/">Tanggung Jawabmu di Rumah Suamimu</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/04/15/sepuluh-wasiat-untuk-istri-yang-mendambakan-%e2%80%9ckeluarga-bahagia-tanpa-problema%e2%80%9d/" target="_blank">Sepuluh Wasiat untuk Istri yang Mendambakan “Keluarga Bahagia tanpa Problema</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/31/rumahmu-adalah-surgamu/" target="_blank">Rumahmu adalah Surgamu</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/24/tuntunan-berpakaian-dan-berhijab/" target="_blank">Tuntunan Berpakaian Dan Berhijab</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1815/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1815/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1815/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1815&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/11/16/wanita-bekerja-di-luar-rumah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/11/office.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">office</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Cara Berfacebook yang Syar&#8217;i??</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/09/17/cara-berfacebook-yang-syari/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/09/17/cara-berfacebook-yang-syari/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Sep 2011 13:13:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya facebook]]></category>
		<category><![CDATA[bahaya internet]]></category>
		<category><![CDATA[facebook syar'i]]></category>
		<category><![CDATA[fakta facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah facebook]]></category>
		<category><![CDATA[fitnah ikhwan dan akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[gandrung facebook]]></category>
		<category><![CDATA[perkara samar]]></category>
		<category><![CDATA[Syubhat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1779</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Al Ustadz Abdul Mu&#8217;thi Al Maidani Tanya : Akhir-akhir ini banyak ikhwan salafy yang gandrung dengan facebook. Bahkan tak jarang terjadi fitnah antar ikhwan dan akhwat. Lantas kami mohon arahan dan nasehat ustadz dalam hal ini. Serta bagaimanakah sebaiknya berfacebook dengan syar&#8217;i? Jawab :Teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Bisa menjadi ziyaadatul khair (tambahan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1779&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Oleh: Al Ustadz Abdul Mu&#8217;thi Al Maidani</p>
<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/09/inside-facebook-2561.png"><img class="alignleft size-full wp-image-1783" title="inside-facebook" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/09/inside-facebook-2561.png?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Tanya : Akhir-akhir ini banyak ikhwan salafy yang gandrung dengan facebook. Bahkan tak jarang terjadi fitnah antar ikhwan dan akhwat. Lantas kami mohon arahan dan nasehat ustadz dalam hal ini. Serta bagaimanakah sebaiknya berfacebook dengan syar&#8217;i?</p>
<p>Jawab :<span id="more-1779"></span>Teknologi itu ibarat pisau bermata dua. Bisa menjadi ziyaadatul khair (tambahan kebaikan) dan bisa jadi ziyaadatus syarr (tambahan keburukan). Kalau kita manfaatkan dalam perkara yang diridhai dan dicintai oleh Allah maka dia akan menjadi kebaikan yang lebih. Tapi kalau kita tidak pandai menggunakannya, dia akan menyembelih kita.</p>
<p>Sehingga segala sesuatu yang bermata dua seperti ini ibarat pisau yang bermata dua maka kita harus berhati-hati dalam menggunakannya.</p>
<p>Semua ini kembali ke diri kita masing-masing untuk bertakwa kepada Allah jalla wa&#8221;ala. Ittaqillaaha haitsumaa kunta(1), kata Nabi Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam. Bertakwalah kepada Allah dimanapun engkau berada.</p>
<p>Kemudian kalau kita mengetahui bahwa diri kita adalah lemah. Jangan kita bermain-main dengan pisau yang bermata dua. Karena kemungkinan dia menyembelih kita lebih besar daripada kita bisa menggunakannya dengan baik. Dan saya memang tidak menyarankan untuk ikhwan menyibukkan diri dengan yang namanya internet atau secara lebih spesifik apa yang namanya facebook. Karena memang medianya bukan untuk media salafiyyin, pada asalnya. Media yang diadakan oleh mereka itu memang untuk memfasilitasi, memudahkan acara-acara ataupun memudahkan kegiatan-kegiatan, arena-arena mereka melakukan maksiat kepada Allah Jalla wa&#8217;ala yang mereka anggap baik padahal maksiat.</p>
<p>Sebagai contoh minimalnya saja. Dengan facebook itu&#8230; mungkin yang punya facebook tidak jarang melihat foto-foto wanita yang bukan mahramnya. Itu minimal!! Benar atau benar??&#8230; Itu pasti!! Sulit dihindarkan. Ini salah satu dan banyak lagi yang lainnya, sehingga ya&#8230; Semua kembali kepada kita.</p>
<p>Barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, memiliki sikap wara&#8217;. Dia akan meninggalkan perkara-perkara yang samar. Apalagi perkara-perkara yang jelas haram. Famanittaqasy syubuhaat faqadis tabra&#8217; lidiinihi wa &#8216;irdhihi(2). Dan barangsiapa yang menjaga diri daripada asy syubuhaat (perkara yang samar). Dia telah menjaga kehormatan dirinya dan agamanya.</p>
<p>Na&#8217;am, sehingga kita jangan bermain-main dengan sesuatu yang samar. Yang kita tidak mampu untuk mengendalikannya. Apalagi kalau jelas-jelas akan menjatuhkan kita kepada yang haram.</p>
<p>Dan media internet secara umum adalah media yang penuh dengan keburukan. Kalau kita mau kalkulasi antara kebaikannya dan keburukannya. Bisa dikatakan dia itu seperti khamr. Kemudharatannya lebih banyak daripada kemanfaatannya.</p>
<p>Berapa banyak keburukan yang ada didalamnya kalau kita bandingkan dari kebaikan yang ada sekian persen didalamnya. Sehingga kalau kita menyibukkan diri, mulai dari bangun tidur langsung online sampai dia mau memejamkan mata. Baru dia selesai dari kegiatan onlinenya. Ini&#8230; Manusia macam apa??</p>
<p>Seorang yang mengerti akan kebaikan, dia tidak akan menghabiskan waktu dan dirinya di depan internet yang penuh dengan keburukan. Dan benar-benar internet ini adalah ujian bagi kita, yang menggunakannya. Karena sedikit saja terpeleset, langsung jatuh kepada media yang maksiat, bahkan tatkala kita menggunakannya. Walaupun kita ingin yang baik. Mau tidak mau terkadang dipaksa kepada yang maksiat. Muncul gambar-gambar yang tidak baik. Padahal kita tidak mengaksesnya. Promosi, iklan atau apa.</p>
<p>Na&#8217;am, Baarakallaahu fiikum</p>
<p>Oleh karena itu, sibukkan diri kita dengan ilmu yang syar&#8217;i. Dengan kegiatan yang lebih bermanfaat, membaca buku, muraaja&#8217;atul Qur&#8217;an, Hifzhul Qur&#8217;an. Banyak hal-hal yang bermanfaat. Daripada kita menghabiskan waktu depan internet.</p>
<p>Bolehlah sekali setahun berinternet, misalnya. Kalau terlalu ekstrim, yaa dikurangi sekali dalam setengah tahun. Kalau terlalu ekstrim yaa paling tidak sekali sebulan misalnya. Yakni saat kita kepingin mendapatkan suatu berita yang sangat penting. Laa Ba&#8217;s</p>
<p>Upayakan sedapat mungkin mengurangi kegiatan (berinternet), sebab ini tidak akan membawa kebaikan kepada kita, biar saja orang lain bilang kolotlah, gapteklah, inilah itulah&#8230;. sebab celaan dan cercan manusia itu tidak akan membahayakan  kita. Yang tahu akan kebaikan itu adalah diri kita sendiri terhadap diri kita, bukan mereka. Barakallahu fiikum.</p>
<p>Semoga jawaban yang sedikit ini bisa kita pahami dengan hati yang ikhlas hanya mengharap wajah Allah Subhanallahu wa ta&#8217;ala</p>
<p>Catatan kaki :<br />
(1)  Dari Abu Dzar Radhiallaahu &#8216;anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam bersabda kepadaku:<br />
اتَّقِ اللهَ حَيْثُمَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بِخُلُقٍ حَسَنٍ<br />
“Bertakwalah kepada Allah di mana pun kamu berada. Ikutilah perbuatan jelek dengan perbuatan baik niscaya kebaikan akan menghapusnya dan pergaulilah manusia dengan budi pekerti yang mulia.” (HR. At-Tirmidzi dalam Sunannya, Kitabul Birri Washshilah, hadits no. 1987. At-Tirmidzi mengatakan: Hadits ini hasan shahih. Asy-Syaikh Al-Albani menghasankan dalam Shahih Sunan At-Tirmidzi)<br />
(2) Dari Abi Abdillah An Nu’man bin Basyir rhadiyallahu ‘anhuma, dia berkata: Saya telah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:<br />
 إِنَّ الْحَلاَلَ بَيِّنٌ وَإِنَّ الْحَرَامَ بَيِّنٌ وَبَيْنَهُمَا أُمُوْرٌ مُشْتَبِهَاتٌ لاَ يَعْلَمُهُنَّ كَثِيْرٌ مِنَ النَّاسِ، فَمَنِ اتَّقَى الشُّبُهَاتِ فَقَدْ اسْتَبْرَأَ لِدِيْنِهِ وَعِرْضِهِ، وَمَنْ وَقَعَ فِي الشُّبُهَاتِ وَقَعَ فِي الْحَرَامِ، كَالرَّاعِي يَرْعىَ حَوْلَ الْحِمَى يُوْشِكُ أَنْ يَرْتَعَ فِيْهِ، أَلاَ وَإِنَّ لِكُلِّ مَلِكٍ حِمًى أَلاَ وَإِنَّ حِمَى اللهِ مَحَارِمُهُ أَلاَ وَإِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ أَلاَ وَهِيَ الْقَلْبُ</p>
<p> “Sesungguhnya perkara yang halal telah jelas, dan perkara yang haram pun telah jelas. Dan di antara keduanya terdapat perkara-perkara yang meragukan, yang tidak diketahui oleh kebanyakan manusia. Maka barangsiapa menjaga dirinya dari perkara yang syubhat, maka ia telah menjaga keselamatan agamanya dan kehormatannya. </p>
<p>Dan barangsiapa yang terjatuh dalam syubhat, berarti ia telah terjerumus dalam perkara yang haram, seperti penggembala yang menggembalakan ternaknya di dekat daerah terlarang sehingga hewan-hewan itu nyaris merumput di dalamnya. Ketahuilah, bahwa setiap raja memilliki daerah terlarang. Ketahuilah, bahwa daerah terlarang Allah adalah hal-hal yang diharamkan. Ketahuilah, bahwa dalam tubuh terdapat mudghah (segumpal daging), jika ia baik, maka baik pula seluruh tubuhnya. Jika ia rusak, maka rusak pula seluruh tubuhnya. Ketahuilah bahwa segumpal daging itu adalah hati&#8221; (HR. Bukhari dan Muslim)</p>
<p>Transkrip tanya jawab Ust. Abdul Mu&#8217;thi Al Maidani Hafizhahullaah untuk blog http://permatamuslimah.co.nr</p>
<p>===================================================================================</p>
<p>Baca juga:</p>
<ul>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/24/nasehat-bagi-para-blogger-salafy/" target="_blank">Nasehat bagi Para Blogger Salafy</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/25/kembali-nasehat-untuk-blogger-salafy-2/" target="_blank">Kembali, Nasehat untuk Blogger Salafy</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/26/nasehat-bagi-muslimah-pengguna-internet/" target="_blank">Nasehat Bagi Muslimah Pengguna Internet</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/03/03/hukum-chatting-ngobrol-antar-lawan-jenis-via-internet/" target="_blank">Hukum Chatting (ngobrol) antar Lawan Jenis via Internet</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/03/23/nasehat-ustadz-askary-kepada-para-akhwat-tentang-facebook/" target="_blank">Nasehat Ustadz Askary kepada para Akhwat tentang FACEBOOK</a></li>
<li><a href="https://ummuammar88.wordpress.com/2009/07/21/serangan-media-informasi/">Serangan Media Informasi</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1779/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1779/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1779/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1779&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/09/17/cara-berfacebook-yang-syari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/09/inside-facebook-2561.png" medium="image">
			<media:title type="html">inside-facebook</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Hukum Wanita Shalat Tarawih di Masjid</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/08/05/hukum-wanita-shalat-tarawih-di-masjid/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/08/05/hukum-wanita-shalat-tarawih-di-masjid/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 05 Aug 2011 12:53:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[shalat di rumah lebih utama bagi wanita]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih di mesjid]]></category>
		<category><![CDATA[tarawih di rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1759</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan : assalamualaikum, afwan saya mau bertanya mengenai shalat tarawih yang lebih baik dikerjakan oleh wanita dengan berjamaah di Masjid atau di rumah? jazakummulloh khoiron atas penjelasan rakaat tarawih nya. dora…@yahoo.co.id Jawab: Wa’alaikumussalam warahmatullah. Masalah serupa juga pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Bazrahimahullah, beliau pernah ditanya: Banyak orang membicarakan (mempermasalahkan) tentang shalat tahajjud dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1759&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/08/mesjid_ramadhan1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1761" title="mesjid" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/08/mesjid_ramadhan1.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Pertanyaan :</p>
<h2><span class="Apple-style-span" style="font-size:13px;font-weight:normal;">assalamualaikum,</span></h2>
<p>afwan saya mau bertanya mengenai shalat tarawih yang lebih baik dikerjakan oleh wanita dengan berjamaah di Masjid atau di rumah? jazakummulloh khoiron atas penjelasan rakaat tarawih nya.</p>
<p align="right">dora…@yahoo.co.id</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p>Wa’alaikumussalam warahmatullah.</p>
<p>Masalah serupa juga pernah ditanyakan kepada Asy-Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz<em>rahimahullah</em>, beliau pernah ditanya: Banyak orang membicarakan (mempermasalahkan) tentang shalat tahajjud dan tarawihnya para wanita di masjid-masjid, bagaimanakah pernyataan anda tentang masalah seperti ini?<span id="more-1759"></span>Beliau menjawab:</p>
<p>Ya, tidak mengapa para wanita shalat bersama kaum muslimin lainnya di masjid, akan tetapi hendaknya<span style="color:#ff0000;"> <strong>bisa menjaga diri dengan memakai hijab syar’i dan menghindari sebab terjadinya fitnah serta tidak memakai parfum yang biasa mereka gunakan di pasar-pasar</strong>.</span></p>
<p>Hendaknya seorang wanita yang akan shalat di masjid tidak memakai parfum,<em>tabarruj</em> (berhias), dan tidak pula menampakkan keindahan tubuhnya, akan tetapi dia harus berhijab yang syar’i, menutup tubuhnya, dan menjauhi sebab-sebab yang bisa menimbulkan fitnah.</p>
<p><strong>Kalau tidak bisa demikian, maka rumahnya adalah lebih baik baginya, rumahnya adalah lebih utama dan lebih mulia bagi dia</strong>. Namun jika diperlukan untuk keluar karena kalau shalat di rumahnya akan timbul malas, atau dia menginginkan untuk mendapatkan siraman nasehat dan peringatan, maka ini tidak mengapa. Akan tetapi tetap harus dengan syarat tesebut: menjaga diri, berhijab yang syar’i, dan menjauhi segala sebab yang bisa menimbulkan fitnah, baik dengan cara tidak memakai parfum, pakaian yang mencolok, dan juga tidak menampakkan keindahan tubuhnya.</p>
<p>-Selesai penjelasan Asy-Syaikh bin Baz <em>rahimahullah</em>-</p>
<p>dinukil dari: <strong><a href="http://sahab.net/forums/showthread.php?t=380549">http://sahab.net/forums/showthread.php?t=380549</a></strong></p>
<p>Catatan redaksi:</p>
<p>Dari penjelasan di atas, ada beberapa pelajaran yang bisa dipetik, yaitu:</p>
<p>1.    Pada asalnya, shalat di rumah itu lebih baik dan lebih utama bagi para wanita.</p>
<p>2.    Kalaupun mereka menginginkan untuk shalat berjama’ah di masjid -dan inipun hukum asalanya juga boleh-, maka hal itu disebabkan adanya maslahat hakiki yang ingin diraih, seperti malas kalau shalat di rumah dan malas tadi benar-benar hilang ketika shalat berjama’ah bersama kaum muslimin di masjid, dan juga karena benar-benar ingin mendapatkan siraman rohani, ilmu syar’i, maupun nasehat yang bermanfaat.</p>
<p>3.    Para wanita yang keluar rumah untuk shalat berjama’ah di masjid -tentunya setelah mempertimbangkan adanya maslahat yang hakiki tersebut-, mereka harus bisa menjaga diri, harus memakai hijab yang sesuai dengan syari, tidak bertabarruj, dan menghindari segala sesuatu yang bisa menimbulkan fitnah.</p>
<p>Terkhusus pada masa-masa sekarang, adakah para wanita yang bisa seperti yang digambarkan di atas?</p>
<p>Wallahu a’lam.</p>
<p><a href="http://www.assalafy.org/mahad/?p=532">http://www.assalafy.org/mahad/?p=532</a></p>
<p>====================================================================================</p>
<p>Baca juga :</p>
<ul>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/09/09/konsultasi-ramadhan-wanita-hamil-dan-menyusui-tetap-berpuasa/" target="_blank">Konsultasi Ramadhan : Wanita Hamil dan Menyusui Tetap Berpuasa</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/08/31/konsultasi-ramadhan-menunda-pembayaran-hutang-puasa/" target="_blank">Konsultasi Ramadhan: Menunda Pembayaran Hutang Puasa</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/08/11/nasehat-ulama-dalam-menyambut-bulan-ramadhan/">Nasehat Ulama dalam Menyambut Bulan Ramadhan</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1759/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1759/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1759/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1759&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/08/05/hukum-wanita-shalat-tarawih-di-masjid/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/08/mesjid_ramadhan1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">mesjid</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Berlatih Puasa</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/08/01/berlatih-puasa/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/08/01/berlatih-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Aug 2011 16:42:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fiqih]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[melatih anak puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[sikecil puasa]]></category>
		<category><![CDATA[wajib puasa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1752</guid>
		<description><![CDATA[Penulis: Al-Ustadzah Ummu &#8216;Abdirrahman Bintu &#8216;Imran Anak yang belum baligh memang tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa Ramadhan. Namun, tentu tidak ada salahnya bila para orang tua mulai melatih mereka untuk berpuasa yang dengan latihan ini akan memberi banyak manfaat pada diri anak. Ramadhan telah tiba kembali. Seluruh kaum muslimin menyongsong bulan ini dengan penuh kerinduan dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1752&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Penulis: Al-Ustadzah Ummu &#8216;Abdirrahman Bintu &#8216;Imran</p>
<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/07/ramadhan-karim1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1755" title="ramadhan-karim" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/07/ramadhan-karim1.jpg?w=150&#038;h=200" alt="" width="150" height="200" /></a>Anak yang belum baligh memang tidak memiliki kewajiban untuk berpuasa Ramadhan. Namun, tentu tidak ada salahnya bila para orang tua mulai melatih mereka untuk berpuasa yang dengan latihan ini akan memberi banyak manfaat pada diri anak.</p>
<p>Ramadhan telah tiba kembali. Seluruh kaum muslimin menyongsong bulan ini dengan penuh kerinduan dan merenda harapan, semoga mendapatkan pahala yang berlipat dalam segala kebaikan yang ditunaikan. Mereka bersemangat menyambut perintah Allah Subhanahu wa Ta’ala:</p>
<p>يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَ</p>
<p>“Wahai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kalian berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kalian agar kalian bertakwa.” (Al-Baqarah: 183)<br />
Anak-anak kecil pun tak luput dari kegembiraan ini. Mereka berlomba-lomba untuk berpuasa. Orang tua pun turut menghasung mereka untuk menunaikan ibadah ini, bahkan terkadang dengan iming-iming hadiah bila berhasil menyelesaikan puasa hingga Ramadhan berakhir.<span id="more-1752"></span>Namun, bagaimana sesungguhnya yang dilakukan para shahabat Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam terhadap anak-anak mereka yang belum baligh saat menghadapi perintah puasa? Adakah di antara mereka yang menyuruh anak-anak mereka berpuasa sebagaimana yang banyak dilakukan kaum muslimin sekarang ini?<br />
Dikisahkan oleh seorang shahabiyah, Ar-Rubayyi’ bintu Mu’awwidz radhiallahu ‘anha tentang hal ini, ketika datang perintah puasa ‘Asyura`, puasa wajib sebelum difardhukannya puasa Ramadhan:</p>
<p>أَرْسَلَ النَّبِيُّ صَلىَّ اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ غَدَاةَ عَاشُوْرَاءَ إِلَى قُرَى اْلأَنْصَار: مَنْ أَصْبَحَ مُفْطِرًا فَلْيُتِمَّ بَقِيَّةَ يَوْمِهِ، وَمَنْ أَصْبَحَ صَائِمًا فَلْيَصُمْ. قَالَ: فَكُنَّا نَصُوْمُهُ بَعْدُ وَنُصَوِّمُ صِبْيَانَنَا وَنَجْعَلُ لَهُمُ اللُّعْبَةَ مِنَ الْعِهْنِ. فَإِذَا بَكَى أَحَدُهُمْ عَلَى الطَّعَامِ أَعْطَيْنَاهُ ذَاكَ حَتَّى يَكُوْنَ عِنْدَ اْلإِفْطَارِ</p>
<p>“Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengutus seseorang pada pagi hari ‘Asyura ke kampung-kampung Anshar untuk memerintahkan: ‘Barangsiapa yang pagi hari itu dalam keadaan tidak berpuasa, hendaknya dia sempurnakan hari itu dengan puasa, dan barangsiapa yang pagi itu berpuasa, hendaknya melanjutkan puasanya.’ Maka kami pun menunaikan puasa ‘Asyura setelah itu, dan kami suruh anak-anak kami untuk berpuasa, dan kami buatkan untuk mereka mainan dari wol. Apabila mereka menangis karena minta makanan, kami berikan mainan itu. Demikian hingga tiba waktu berbuka.” (HR. Al-Bukhari, kitab Ash-Shaum bab Shaum Ash-Shibyan no. 1961 dan Muslim, kitab Ash-Shiyam bab Man Akala fi ‘Asyura’ falyakuffa Baqiyyata Yaumihi no. 1136)<br />
Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullahu menyebutkan bahwa dalam hadits ini terdapat hujjah disyariatkannya melatih anak-anak untuk berpuasa, karena siapa pun yang masuk dalam usia kanak-kanak sebagaimana yang disebutkan dalam hadits belumlah mukallaf (dibebani pelaksanaan syariat). Namun perintah untuk berpuasa itu semata sebagai latihan. (Fathul Bari, 4/257)<br />
Demikian pula Al-Imam An-Nawawi rahimahullahu dalam penjelasan beliau tentang hadits ini. Beliau mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan adanya latihan bagi anak-anak untuk melaksanakan ketaatan, membiasakan mereka untuk beribadah, namun mereka bukanlah mukallaf. Al-Qadhi mengatakan bahwa telah diriwayatkan dari ‘Urwah bahwa ketika anak-anak itu mampu berpuasa, maka mereka wajib berpuasa. Ini adalah pendapat yang keliru yang terbantah dengan hadits shahih:</p>
<p>رُفِعَ الْقَلَمُ عَنْ ثَلاَثَةٍ عَنِ الصَّبِيِّ حَتَّى يَحْتَلِمَ. وَفِي رِوَايَةٍ: يَبْلُغَ</p>
<p>“Pena (catatan amalan) diangkat dari tiga golongan, (di antaranya) dari anak kecil sampai dia ihtilam1.” Dalam riwayat yang lain: “Hingga dia baligh.”<br />
Wallahu a’lam. (Al-Minhaj, 8/13)<br />
Adapun mengenai batasan usia seorang anak mulai dilatih untuk berpuasa, ada perselisihan di dalam hal ini. Al-Imam Asy-Syaukani rahimahullahu mengatakan bahwa hadits ini menunjukkan disenanginya memerintahkan anak-anak berpuasa untuk melatih mereka apabila mereka mampu. Yang berpendapat seperti ini adalah sekelompok dari kalangan salaf, di antaranya Ibnu Sirin, Az-Zuhri, Asy-Syafi’i dan yang lainnya. Murid-murid Al-Imam Asy-Syafi’i berselisih dalam hal batasan usia seorang anak mulai diperintahkan untuk puasa. Di antaranya ada yang berpendapat tujuh tahun, ada pula yang berpendapat sepuluh tahun, dan ini pula yang dipegangi oleh Al-Imam Ahmad. Ada pula yang berpendapat duabelas tahun, demikian pendapat Ishaq. Sementara Al-Imam Al-Auza’i berpendapat, apabila seorang anak mampu berpuasa tiga hari berturut-turut dan dia tidak menjadi lemah dengan puasanya, maka diperintahkan untuk berpuasa. Pendapat yang masyhur dari kalangan Malikiyah, puasa tidaklah disyariatkan pada anak-anak. Namun pendapat ini terbantah dengan hadits di atas, karena sungguh sangat tidak mungkin Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak mengetahui hal ini. (Nailul Authar, 4/250-251)<br />
Fadhilatusy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin rahimahullahu pernah ditanya, apakah anak-anak kecil di bawah usia limabelas tahun diperintahkan untuk berpuasa sebagaimana mereka diperintah shalat? Beliau rahimahullahu menjawab, “Ya. Anak-anak yang belum mencapai baligh diperintahkan untuk berpuasa jika mereka mampu, sebagaimana hal ini dilakukan pula oleh para shahabat radhiallahu ‘anhum terhadap anak-anak mereka. Ahlul ilmi telah menyatakan pula bahwa wali memerintahkan anak-anak yang ada di bawah perwaliannya untuk berpuasa agar mereka terlatih dan terbiasa melakukannya, dan pokok-pokok agama Islam pun terbentuk dalam jiwa mereka sehingga menjadi tabiat pada diri mereka. Akan tetapi, apabila hal ini berat atau membahayakan mereka, maka mereka tidak diharuskan berpuasa.<br />
Di sini saya juga memperingatkan tentang suatu permasalahan yang dilakukan oleh sebagian ayah atau ibu, yaitu melarang anak-anak mereka berpuasa, berbeda dengan apa yang dilakukan oleh para shahabat radhiallahu ‘anhum. Mereka beranggapan, mereka melarang anak-anak berpuasa karena rasa sayang dan iba terhadap anak-anak. Padahal pada kenyataannya, kasih sayang terhadap anak-anak itu dilakukan dengan memerintahkan mereka untuk melaksanakan syariat Islam dan membiasakan mereka terhadapnya. Tidak diragukan lagi, yang demikian ini merupakan pendidikan yang baik dan penjagaan yang sempurna. Telah tsabit dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda:</p>
<p>إِنَّ الرَّجُلَ رَاعٍ فِي أَهْلِ بَيْتِهِ وَمَسْؤُوْلٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ</p>
<p>“Sesungguhnya seorang laki-laki adalah penanggung jawab terhadap keluarganya dan kelak akan ditanyai tentang tanggung jawabnya.”2<br />
Maka yang selayaknya dilakukan oleh wali terhadap orang yang Allah jadikan di bawah perwaliannya, baik keluarga maupun anak-anak kecil, hendaknya dia bertakwa kepada Allah dalam mengurusi mereka dan memerintahkan mereka dengan segala sesuatu yang dia diperintahkan untuk memerintahkannya, berupa syariat Islam.” (Majmu’ Fatawa wa Rasa`il Fadhilatisy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, 19/83-84)<br />
Berkaitan dengan hal ini, ada satu catatan penting yang diberikan oleh Fadhilatusy Syaikh Al-’Utsaimin rahimahullahu. Beliau pernah ditanya tentang seorang anak kecil yang ingin terus menunaikan puasa, sementara orang tuanya khawatir karena usianya yang masih kecil dan ditakutkan mengganggu kesehatannya. Beliau rahimahullahu menjawab, “Apabila dia masih kecil dan belum baligh, maka tidak diharuskan puasa. Akan tetapi jika dia mampu dan tidak merasa berat, maka dia diperintahkan untuk berpuasa. Dahulu para shahabat menyuruh anak-anak mereka berpuasa. Sampai-sampai jika ada di antara anak-anak itu menangis, mereka memberikan mainan untuk membuat mereka lupa. Namun jika memang hal ini benar-benar membahayakan, maka orang tua boleh melarangnya, karena Allah Subhanahu wa Ta’ala melarang kita memberikan harta milik anak-anak kepada mereka karena khawatir akan rusaknya harta tersebut. Maka tentunya kekhawatiran akan bahaya yang menimpa badan lebih utama untuk dicegah. Akan tetapi, larangan tersebut bukan dengan cara yang keras, karena hal ini tidaklah layak dilakukan terhadap anak-anak pada saat mendidik mereka.” (Majmu’ Fatawa wa Rasa’il Fadhilatisy Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin, 19/83)<br />
Demikian yang dapat terbaca dari teladan para shahabat radhiallahu ‘anhum di saat menyongsong perintah berpuasa. Mereka menghasung anak-anak mereka untuk melaksanakan syariat Allah yang mulia, hingga syariat Allah nantinya menjadi sesuatu yang menyatu dalam diri mereka.<br />
Wallahu ta’ala a’lamu bish-shawab.</p>
<p>1 Ihtilam yang dimaksud di sini adalah baligh.<br />
2 Dikeluarkan oleh Al-Imam Al-Bukhari, Kitab Al-Jumu’ah, Bab Al-Jumu’ah fil Qura wal Mudun (893) dan Muslim, Kitab Al-Imarah, Bab Fadhilatil Imamil ‘Adil wa ‘Uqubatil Ja`ir (1829)</p>
<p>Sumber : Asysyariah.com</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1752/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1752/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1752/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1752&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/08/01/berlatih-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/07/ramadhan-karim1.jpg?w=225" medium="image">
			<media:title type="html">ramadhan-karim</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pakaian untuk Putriku</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/06/22/pakaian-untuk-putriku/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/06/22/pakaian-untuk-putriku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 22 Jun 2011 20:40:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[anak muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian anak]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian anak akhwat]]></category>
		<category><![CDATA[pakaian anak putri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1740</guid>
		<description><![CDATA[Oleh: Asy-Syaikh Muhammad ibn Shâlih Al-’Utsaimîn rahimahullâh Soal: Sebagian wanita, semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka, memakaikan pakaian pendek yang memperlihatkan betis kepada anak-anak putri mereka. Ketika kami menasehati mereka, mereka mengatakan, “Kami pun mengenakan pakaian yang serupa sewaktu kami masih anak-anak, namun tidak membahayakan kami ketika kami dewasa.” Apa pendapat Anda tentang perkara ini? [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1740&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/06/172266_177531942289110_172831122759192_377684_3893249_o.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1741" title="172266_177531942289110_172831122759192_377684_3893249_o" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/06/172266_177531942289110_172831122759192_377684_3893249_o.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Oleh: Asy-Syaikh Muhammad ibn Shâlih Al-’Utsaimîn rahimahullâh</em></p>
<p><strong>Soal:</strong></p>
<p>Sebagian wanita, semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka, memakaikan pakaian pendek yang memperlihatkan betis kepada anak-anak putri mereka. Ketika kami menasehati mereka, mereka mengatakan, “Kami pun mengenakan pakaian yang serupa sewaktu kami masih anak-anak, namun tidak membahayakan kami ketika kami dewasa.” Apa pendapat Anda tentang perkara ini?</p>
<p><strong>Jawab:</strong></p>
<p><span id="more-1740"></span>Saya berpendapat, tidak sepantasnya seseorang memakaikan pakaian seperti itu kepada putrinya meskipun ia masih kecil. Sebab, jika ia tumbuh terbiasa dengan pakaian tersebut, maka ia akan melekat dengannya (tetap memakainya) dan akan menganggapnya sebagai perkara yang sepele. Namun, jika kalian mendidiknya dengan baik untuk berhias dengan rasa malu sejak dini, maka ia akan terus terbiasa dengan keadaan ini hingga ia dewasa.</p>
<p>Saya nasehatkan kepada saudari-saudariku kaum muslimah agar meninggalkan pakaian orang-orang asing yang merupakan musuh-musuh agama, membiasakan anak-anak mereka untuk memakai pakaian yang menutupi tubuh (‘aurat -<em>pent</em>.) mereka, dan mengajari mereka untuk berhias dengan rasa malu, karena malu adalah bagian dari îmân.</p>
<p>Syaikh Ibnu ‘Utsaimîn, <strong>Fatâwâ al-Mar’ah</strong></p>
<p><em>(Diterjemahkan dari http://fatwa-online.com/fataawa/womensissues/clothing/0000206_27.htm untuk http://akhwat.web.id)</em></p>
<p><a href="http://anakmuslim.wordpress.com/2010/11/20/pilihlah-pakaian-untuk-putrimu/">http://anakmuslim.wordpress.com/2010/11/20/pilihlah-pakaian-untuk-putrimu/</a></p>
<p>Baca juga :</p>
<ul>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/24/keutamaan-mendidik-anak/" target="_blank">Keutamaan Mendidik Anak</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/24/tuntunan-berpakaian-dan-berhijab/" target="_blank">Tuntunan Berpakaian Dan Berhijab</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/28/adik-adik-jangan-suka-minta-minta-ya/">Kapankah Anak Diajari Agama?</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/01/28/adik-adik-jangan-suka-minta-minta-ya-2/" target="_blank">Adik-adik Jangan Suka Minta-minta Ya!</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/02/02/status-anak-zina/" target="_blank">Status Anak Zina</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/05/30/32-cara-berbakti-kepada-orangtua/" target="_blank">32 Cara Berbakti kepada Orang Tua</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/06/18/nasehat-ayah-kepada-putrinya/" target="_blank">Nasehat Ayah kepada Putrinya</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1740/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1740/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1740/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1740&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/06/22/pakaian-untuk-putriku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/06/172266_177531942289110_172831122759192_377684_3893249_o.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">172266_177531942289110_172831122759192_377684_3893249_o</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Para Wanita Mendapatkan Apa di Surga Kelak ?</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/06/18/para-wanita-mendapatkan-apa-di-surga-kelak/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/06/18/para-wanita-mendapatkan-apa-di-surga-kelak/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 18 Jun 2011 20:14:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[amal saleh]]></category>
		<category><![CDATA[bidadari]]></category>
		<category><![CDATA[kabar gembira]]></category>
		<category><![CDATA[kenikmatan surga]]></category>
		<category><![CDATA[pria ahli surga]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[wanita ahli surga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1737</guid>
		<description><![CDATA[Pertanyaan: Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: &#8220;Pria mendapatkan istri-istri bidadari di Surga, lalu wanita mendapatkan apa? Jawaban: Para wanita akan mendapatkan pria ahli Surga, dan pria ahli Surga lebih afdhal dari pada bidadari. Pria yang paling baik ada di antara pria ahli Surga. Dengan demikian, bagian wanita di Surga bisa jadi lebih besar dan [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1737&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/06/paradise_garden-paradise-garden.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1738" title="Paradise_Garden" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/06/paradise_garden-paradise-garden.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Pertanyaan:<br />
Syaikh Muhammad bin Shalih Al-Utsaimin ditanya: &#8220;Pria mendapatkan istri-istri bidadari di Surga, lalu wanita mendapatkan apa?</p>
<p>Jawaban:<br />
Para wanita akan mendapatkan pria ahli Surga, dan pria ahli Surga lebih afdhal dari pada bidadari. Pria yang paling baik ada di antara pria ahli Surga. Dengan demikian, bagian wanita di Surga bisa jadi lebih besar dan lebih banyak daripada bagian pria, dalam masalah pernikahan. Karena wanita di dunia juga (bersuami) mereka mempunyai beberapa suami di Surga. <span id="more-1737"></span>Bila wanita mempunyai 2 suami, ia diberi pilihan untuk memilih di antara keduanya, dan ia akan memilih yang paling baik dari keduanya</p>
<p>(Fatawa wa Durusul Haramil Makki, Syaikh Ibn Utsaimin 1/132, yang dinukil dalam Al-Fatawa Al-Jami&#8217;ah lil Mar&#8217;atil Muslimah, edisi bahasa Indonesia &#8220;Fatwa-fatwa tentang wanita&#8221;)</p>
<p>Pertanyaan:<br />
Syaikh Abdullah bin Jibrin ditanya: &#8220;Ketika saya membaca Al-Qur&#8217;an, saya mendapati banyak ayat-ayat yang memberi kabar gembira bagi hamba-hamba-Nya yang beriman dari kaum laki-laki, dengan balasan bidadari yang cantik sekali. Adakah wanita mendapatkan ganti dari suaminya di akhirat, karena penjelasan tentang kenikmatan Surga senantiasa ditujukan kepada lelaki mukmin. Apakah wanita yang beriman kenimatannya lebih sedikit daripada lelaki mukmin?</p>
<p>Jawaban:<br />
Tidak bisa disangsikan bahwa kenikmatan Surga sifatnya umum untuk laki-laki dan perempuan. Allah berfirman: &#8220;Sesungguhnya Aku tidak menyia-nyiakan amal orang-orang yang beramal diantara kamu, baik laki-laki ataupun perempuan&#8221; (Ali-Imran:195)</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik&#8221; (An-Nahl:97)</p>
<p>&#8220;Barangsiapa yang mengerjakan amal-amal saleh, baik laki-laki maupun wanita, sedang ia orang yang beriman, maka mereka itu masuk ke dalam surga dan mereka tidak dianiaya walau sedikitpun&#8221; (An-Nisa&#8217;:124)</p>
<p>&#8220;Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu&#8217;min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta&#8217;atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu&#8217;, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar&#8221;(Al-Ahzab:35)</p>
<p>Allah telah menyebutkan bahwa mereka akan masuk Surga dalam firman-Nya: &#8220;Mereka dan istri-istri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan&#8221; (Yasin:56)</p>
<p>&#8220;Masuklah kamu ke dalam Surga, kamu dan istri-istri kamu digembirakan&#8221;(Az-Zukhruf:70)</p>
<p>Allah menyebutkan bahwa wanita akan diciptakan ulang.<br />
&#8220;Sesungguhnya Kami menciptakan mereka dengan langsung, dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan&#8221; (Al-Waqi&#8217;ah: 35-36)</p>
<p>Maksudnya mengulangi penciptaan wanita-wanita tua dan menjadikan mereka perawan kembali, yang tua kembali muda. Telah disebutkan dalam suatu hadits bahwa wanita dunia mempunyai kelebihan atas bidadari karena ibadah dan ketaatan mereka. Para wanita yang beriman masuk Surga sebagaimana kaum lelaki. Jika wanita pernah menikah beberapa kali, dan ia masuk Surga bersama mereka, ia diberi hak untuk memilih salah satu di antara mereka, maka ia memilih yang paling bagus diantara mereka.</p>
<p>(Dinukil dari Fatawal Mar&#8217;ah 1/13, yang dikutip dalam Al-Fatawa Al-Jami&#8217;ah lil Mar&#8217;atil Muslimah, edisi bahasa Indonesia &#8220;Fatwa-fatwa tentang wanita&#8221;. Syaikh Abdullah bin Jibrin saat ini (th 2003) sudah ditinggalkan oleh Ulama karena mengikuti Abul Fitan &#8211; Abul Hasan Al Mishri Al Ma&#8217;ribi, red)</p>
<p>Sumber : salafy.or.id</p>
<p>Baca juga :</p>
<ul>
<li><a title="Maduku… Bidadari Dunia" href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/11/30/maduku-bidadari-dunia/">Maduku… Bidadari Dunia</a></li>
<li><a title="Ya Allah, Lindungilah Aku dari Adzab Neraka" href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/10/04/ya-allah-lindungilah-aku-dari-adzab-neraka/">Ya Allah, Lindungilah Aku dari Adzab Neraka</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/21/apakah-masuk-neraka-bagian-dari-takdir/">Apakah Masuk Neraka Bagian dari Takdir?</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/07/27/sifat-sifat-penghuni-neraka/">Sifat-sifat Penghuni Neraka</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/07/27/sifat-sifat-penghuni-neraka/" target="_self">Sifat-sifat Penghuni Neraka</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/02/10/wanita-wanita-yang-tidak-pantas-untuk-dinikahi/" target="_blank">Wanita-wanita yang tidak Pantas untuk Dinikahi</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1737/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1737/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1737/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1737&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/06/18/para-wanita-mendapatkan-apa-di-surga-kelak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/06/paradise_garden-paradise-garden.jpg?w=200" medium="image">
			<media:title type="html">Paradise_Garden</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Ingin Berpisah dengan Suami</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/21/ingin-berpisah-dengan-suami/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/21/ingin-berpisah-dengan-suami/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 02:24:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[cerai]]></category>
		<category><![CDATA[pisah]]></category>
		<category><![CDATA[rujuk]]></category>
		<category><![CDATA[talak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1722</guid>
		<description><![CDATA[Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Saya suda menikah selama 7 tahun dan dikarunia 2 orang putra. Namun dulu kami menikah karena kecelakaan. Saya menentang ibu saya yang tidak setuju dan sekarang ketidaksetujuan nya terjawab. Rumah tangga saya tidak pernah rukun. Kami sama-sama egois. Selalu saja ada pertengkaran antara kami. Kami sudah pernah 2x berpisah namun rujuk lagi karena [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1722&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/tworoads.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-1723" title="" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/tworoads.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh,</p>
<p>Saya suda menikah selama 7 tahun dan dikarunia 2 orang putra. Namun dulu kami menikah karena kecelakaan. Saya menentang ibu saya yang tidak setuju dan sekarang ketidaksetujuan nya terjawab. Rumah tangga saya tidak pernah rukun. Kami sama-sama egois. Selalu saja ada pertengkaran antara kami.<br />
Kami sudah pernah 2x berpisah namun rujuk lagi karena banyak janji dia yang saya pegang. Tapi tidak satu pun yang ditepati. Malah perubahan dia hanya bertahan sebentar.<br />
Sekarang, kami sudah berpisah selama 1 tahun. Pisah rumah namun dia suka datang sebentar untuk melihat anak-anak. Saya bersikukuh minta cerai tapi dia tetap menolak. <span id="more-1722"></span>Belum lagi ibu saya sangat tidak suka dengan sikap-sikap dia karena diapun kurang respect dan  menghormati ibu saya. Saya anak satu-satunya dan kedua orang tua saya pun telah lama berpisah. Saya merasa punya tanggung jawab yang besar kepada ibu saya. Apalagi mengingat saya dulu telah durhaka dengan menikahi dia dalam keadaan hamil dan lari dari rumah. Saya merasa sangat berdosa dan dihantui perasaan bahwa yang saya alami saat ini adalah karma.</p>
<p>Saya benar-benar bingung. Dia tetap tidak mau cerai padahal sudah saya kemukakan semua. Mohon pak ustadz membantu saya memberikan masukan sebagai pencerahan karena saya tidak tahu lagi harus bersikap bagaimana.</p>
<p>Mohon dikirim balasan ke alamat email saya.<br />
Wasalam</p>
<p><strong>Dijawab oleh Al Ustadz Qomar ZA, Lc</strong></p>
<p>Bismillahirrohmanirrohim, alhamdulillah wassholatu wassalamu ala Rasulillah wa ba’du,</p>
<p>Bila seorang suami tidak melakukan kewajibannya, atau istri sangat benci terhadap suami sehingga tidak mungkin lagi membangun rumah tangga bersamanya maka saat itu diperbolehkan untuk melakukan <em>khulu’</em>, yaitu membatalkan pernikahan, caranya, istri meminta kepada suami untuk membatalkan pernikahan mereka, dan istri mengembalikan maharnya kepada suami. Tentunya proses ini lebih baik ditempuh secara resmi, misalnya di KUA.</p>
<p>Pernah terjadi di zaman Nabi  hal yang semacam ini, sebagaimana dalam hadits berikut ini</p>
<h2>عَنِ ابْنِ عَبَّاسٍ .أَنَّ امْرَأَةَ ثَابِتِ بْنِ قَيْسٍ أَتَتِ النَّبِىَّ – صلى الله عليه وسلم – فَقَالَتْ يَا رَسُولَ اللَّهِ ثَابِتُ بْنُ قَيْسٍ مَا أَعْتُبُ عَلَيْهِ فِى خُلُقٍ وَلاَ دِينٍ ، وَلَكِنِّى أَكْرَهُ الْكُفْرَ فِى الإِسْلاَمِ . فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « أَتَرُدِّينَ عَلَيْهِ حَدِيقَتَهُ » . قَالَتْ نَعَمْ . قَالَ رَسُولُ اللَّهِ – صلى الله عليه وسلم – « اقْبَلِ الْحَدِيقَةَ وَطَلِّقْهَا تَطْلِيقَةً »</h2>
<p><em>Dari Ibnu Abbas bahwa Istri Tsabit bin Qois datang kepada Nabi shallahu ‘alai wa sallam maka dia mengatakan: ‘Wahai Rasulullah Tsabit bin Qois, saya tidak mencelanya dalam hal akhlak dan agama akan tetapi saya tidak suka kekafiran setelah keislaman’. Maka Rasulullah shallahu ‘alai wa sallam mengatakan; ‘Apakah kamu mau mengembalikan ladangnya (yaitu maharnya)’. Maka ia menjawab: ‘Iya’. Maka Nabi shallahu ‘alai wa sallam katakan (kepada Tsabit) ‘Terimalah ladang itu dan ceraikanlah’.</em> <strong>[Shahih HR Al Bukhori:5273]</strong></p>
<p>Kekafiran yang di maksud adalah akhlak kekafiran setelah masuk Islam. Dikarenakan ia sangat benci terhadap Tsabit dan khawatir berat akan melanggar aturan agama dalam hidup berumah tangga dengannya.</p>
<p>Akan tetapi bila tidak ada alasan yang dibenarkan oleh syariat, lalu seorang istri minta diceraikan maka tidak boleh bahkan haram, seperti misalnya masalah-masalah yang insyaallah dapat diselesaikan. Dalam hadits,</p>
<h2>عَنْ ثَوْبَانَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- « أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاَقًا فِى غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة ».</h2>
<p><em>Dari Tsauban ia berkata bahwa Rasulullah shallahu ‘alai wa sallam bersabda: Wanita, siapapun dia, yang meminta cerai dari suaminya tanpa sebab yang berat maka haram baginya mencium bau surga. </em><strong>[Shahih. HR Abu Dawud: 2228  dan Ibnu Majah. Disahihkan oleh asy Syaikh al Albani]</strong></p>
<p>Selanjutnya, perlu kami ingatkan bahwa apa yang lalu dari berbagai problematika adalah buah dari kemaksiatan tersebut –wallahu a’lam- , durhaka kepada orang tua adalah dosa yang sangat besar, zina juga dosa yang sangat besar. Allah tidak mengharamkan keduanya kecuali karena keduanya akan membawa kepada kecelakaan dunia dan akhirat, percayalah dengan hukum Allah, dan tunduklah kepadanya, Allah sangat belas kasih kepada kita, karena itu, kita dilarang dari semua itu.</p>
<p>Maka ambillah pelajaran, jangan sampai itu terjadi pada diri kita dan anak turun kita, jagalah diri kita dan anak turun kita dengan extra perhatian dan penjagaan. Semoga Allah melindungi kita semua amin.</p>
<p>Sumber : <a href="http://tashfiyah.net/?p=242">http://tashfiyah.net/?p=242</a></p>
<p>Baca juga :</p>
<ul>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/07/20/isyratun-nisa/" target="_self">Isyratun Nisa’</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/03/03/hukum-chatting-ngobrol-antar-lawan-jenis-via-internet/" target="_blank">Hukum Chatting (ngobrol) antar Lawan Jenis via Internet</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/05/13/wanita-diciptakan-dari-tulang-rusuk/" target="_blank">Wanita diciptakan dari Tulang Rusuk?</a></li>
<li>I<a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/03/31/1013/" target="_blank">stri Saya Tidak mau Memakai Niqab (Cadar)</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/02/19/kalau-demikian-kenapa-harus-cerai/" target="_blank">Kalau Demikian Kenapa Harus CERAI!</a>?</li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/02/02/istri-yang-membahagiakan-suaminya/" target="_blank">Istri yang Membahagiakan Suaminya</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1722/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1722/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1722/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1722&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/21/ingin-berpisah-dengan-suami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/tworoads.jpg" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Apakah Masuk Neraka Bagian dari Takdir?</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/21/apakah-masuk-neraka-bagian-dari-takdir/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/21/apakah-masuk-neraka-bagian-dari-takdir/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 May 2011 02:03:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Aqidah]]></category>
		<category><![CDATA[Tanya Jawab]]></category>
		<category><![CDATA[bunuh diri]]></category>
		<category><![CDATA[Mati]]></category>
		<category><![CDATA[neraka]]></category>
		<category><![CDATA[penghuni neraka]]></category>
		<category><![CDATA[Surga]]></category>
		<category><![CDATA[takdir]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ummuammar88.wordpress.com/?p=1719</guid>
		<description><![CDATA[Tanya: Assalamu ‘alaikum. Saya ingin bertanya, bukankah takdir seseorang telah ditentukan oleh Allah (hidup, masa depan, dan mati). Tapi apakah Allah juga menakdirkan seseorang masuk neraka karena sudah ditakdirkan mati dengan cara bunuh diri. Demikian pertanyaan saya, mohon dijawab supaya tidak hanya jadi angan-angan saya. Terima kasih. Wassalam. Jawab: Dijawab oleh Abu Yusuf Abdurrahman : [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1719&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/fire_01.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1720" title="fire" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/fire_01.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Tanya:</strong></p>
<p>Assalamu ‘alaikum. Saya ingin bertanya, bukankah takdir seseorang telah ditentukan oleh Allah (hidup, masa depan, dan mati). Tapi apakah Allah juga menakdirkan seseorang masuk neraka karena sudah ditakdirkan mati dengan cara bunuh diri. Demikian pertanyaan saya, mohon dijawab supaya tidak hanya jadi angan-angan saya. Terima kasih. Wassalam.</p>
<p><strong><span id="more-1719"></span>Jawab:</strong></p>
<p>Dijawab oleh Abu Yusuf Abdurrahman :</p>
<p>Wa’alaikumussalam. Seluruh takdir manusia telah Allah tulis di Lauhul Mahfuzh semenjak sebelum diciptakannya langit dan bumi sebagaimana dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Muslim dari shahabat Abdullah bin ‘Amr bin al-‘Ash <em>radhiyallahu ’anhuma,</em> Rasulullah<em>shallallahu ‘alaihi wa sallam</em> bersabda:</p>
<h2>كَتَبَ اللَّهُ مَقَادِيرَ الْخَلاَئِقِ قَبْلَ أَنْ يَخْلُقَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضَ بِخَمْسِينَ أَلْفَ سَنَةٍ</h2>
<p><em>“Allah telah menuliskan takdir-takdir makhluk lima puluh ribu tahun sebelum Dia menciptakan langit dan bumi.”</em> Allah mengetahui semua perkara hamba baik secara global maupun secara rinci.</p>
<p>Allah juga telah menetapkan siapa saja yang akan masuk ke dalam surga dan siapa saja yang akan masuk ke dalam neraka. Allah <em>subhanahu wa ta’ala</em> berfirman:</p>
<h2>وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ لأمْلأنَّ جَهَنَّمَ مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ (١١٩)<strong></strong></h2>
<p><em>“Kalimat Rabbmu (keputusan-Nya) telah ditetapkan, ‘Sesungguhnya Aku akan memenuhi neraka Jahannam dengan jin dan manusia (yang durhaka) semuanya.’”</em><strong>[Hud:119].</strong></p>
<p><strong></strong>Ibnu Katsir menafsirkan ayat ini, “Allah <em>ta’ala</em> mengabarkan bahwa Dia telah menetapkan dalam Qadha` dan Qadar-Nya (takdir-Nya) -didasari Ilmu-Nya yang sempurna dan Kebijaksanaan-Nya yang luas- bahwa sebagian makhluk-Nya ada yang berhak untuk masuk ke dalam surga dan ada pula yang berhak masuk ke dalam neraka.”</p>
<p>Demikanlah, Dia telah menetapkan siapa yang masuk ke dalam neraka karena Dia telah mengetahui bahwa hamba itu akan bermaksiat kepada-Nya. Inilah keadilan Allah <em>subhanahu wa ta’ala,</em> Dzat Yang Maha Mengetahui segala urusan hamba-Nya.</p>
<p>Akan tetapi, perlu diperhatikan bahwa jangan sampai seseorang berdalih dengan takdir untuk melegalkan perbuatan maksiat yang dia lakukan atau meninggalkan kewajiban yang dibebankan kepadanya. Rasulullah r bersabda:</p>
<h2>مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ إِلاَّ وَقَدْ كُتِبَ مَقْعَدُهُ مِنَ النَّارِ وَمَقْعَدُهُ مِنَ الْجَنَّةِ. قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ أَفَلاَ نَتَّكِلُ عَلَى كِتَابِنَا وَنَدَعُ الْعَمَلَ قَالَ: اعْمَلُوا فَكُلٌّ مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ، أَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ السَّعَادَةِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ السَّعَادَةِ ، وَأَمَّا مَنْ كَانَ مِنْ أَهْلِ الشَّقَاءِ فَيُيَسَّرُ لِعَمَلِ أَهْلِ الشَّقَاوَةِ</h2>
<p><em>“Tiada seorang pun kecuali telah ditetapkan tempatnya di neraka atau di surga.” Maka para sahabat mengatakan, “Wahai Rasulullah, kenapa kita tidak bergantung kepada ketentuan yang telah dituliskan untuk diri kita dan kita meninggalkan beramal?” Rasulullah pun menjawab, “Beramallah! Setiap orang dimudahkan untuk apa yang dia diciptakan. Adapun orang yang berbahagia, maka dia akan dimudahkan untuk mengamalkan orang yang berbahagia. Adapun orang yang sengsara, maka dia akan dimudahkan untuk mengamalkan perbuatan orang yang sengsara.”</em> <strong>[H.R. al-Bukhari dan Muslim dari ‘Ali <em>radhiyallahu ’anhu</em>].</strong></p>
<p><em>Allahu a‘lam</em>.</p>
<p>Sumber : <a href="http://tashfiyah.net/?p=151">http://tashfiyah.net/?p=151</a></p>
<p>Baca juga :</p>
<ul>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/07/27/sifat-sifat-penghuni-neraka/" target="_self">Sifat-sifat Penghuni Neraka</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/03/18/makna-laa-ilaaha-illallaah/" target="_blank">Makna Laa Ilaaha Illallaah</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/02/27/kesurupan-dalam-timbangan-islam/" target="_blank">Kesurupan dalam timbangan Islam</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2010/10/04/ya-allah-lindungilah-aku-dari-adzab-neraka/" target="_blank">Ya Allah, Lindungilah Aku dari Adzab Neraka</a></li>
<li><a href="http://ummuammar88.wordpress.com/2009/12/30/dahsyatnya-sakaratul-maut/" target="_blank">Dahsyatnya Sakaratul Maut</a></li>
</ul>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1719/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1719/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1719/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1719&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/21/apakah-masuk-neraka-bagian-dari-takdir/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/fire_01.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">fire</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Untukmu Wahai Wanita</title>
		<link>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/11/untukmu-wahai-wanita/</link>
		<comments>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/11/untukmu-wahai-wanita/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 11 May 2011 05:08:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ummu 'Ammar</dc:creator>
				<category><![CDATA[Akhlak dan Adab]]></category>
		<category><![CDATA[Muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[nasehat untuk muslimah]]></category>
		<category><![CDATA[tanggung jawab wanita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">https://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/11/untukmu-wahai-wanita/</guid>
		<description><![CDATA[Wahai wanita berhati-hatilah dirimu. Jangan sampai syaithan memperalatmu menjadi penyebar kerusakan. Jangan biarkan dirimu menjadi umpan untuk menjerumuskan laki-laki ke dalam neraka. Ingatlah, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam pernah melihat neraka, ternyata mayoritas penduduknya adalah wanita. Wahai wanita, generasi depan adalah tanggung jawabmu. Jangan engkau rusak dengan merusak dirimu. Kenakan kembali jilbabmu, kembalilah ke dalam [...]<img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1707&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/bunga-matahari1.jpg"><img class="alignleft size-medium wp-image-1717" title="bunga-matahari" src="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/bunga-matahari1.jpg?w=200&#038;h=150" alt="" width="200" height="150" /></a>Wahai wanita berhati-hatilah dirimu. Jangan sampai syaithan memperalatmu menjadi penyebar kerusakan. Jangan biarkan dirimu menjadi umpan untuk menjerumuskan laki-laki ke dalam neraka. Ingatlah, bahwasanya Rasulullah Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam pernah melihat neraka, ternyata mayoritas penduduknya adalah wanita.</p>
<p>Wahai wanita, generasi depan adalah tanggung jawabmu. Jangan engkau rusak dengan merusak dirimu. Kenakan kembali jilbabmu, kembalilah ke dalam koridor Rabbmu. Ketahuilah, Rabbmu adalah Rabb yang Maha Mengetahui maslahat dirimu. Dia adalah Maha Adil yang tidak ingin mendzalimimu.<span id="more-1707"></span>Wahai wanita ketahuilah kodratmu. Allah memberimu hak sesuai dengan kewajibanmu dan mewajibkanmu sesuai kemampuanmu. Ketahuilah, Allah memberimu jalan lebih mudah untuk masuk surga karena itu pantas dengan pengorbananmu. Rasul Shallallaahu &#8216;alaihi wasallam pun telah memberimu kabar gembira dalam sebuah hadits shahih yang memiliki banyak jalan, yang artinya, &#8220;Jika seorang wanita shalat lima waktu, puasa wajib sebulannya, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya akan dikatakan kepadanya, &#8216;Masuklah engkau ke dalam surga dari pintu manapun yang engkau mau.&#8221; [HR. Ahmad, Ath-Thabrani, dan Al-Bazzar, dishahihkan oleh Asy-Syaikh Al Albani Rahimahullah]</p>
<p>Dikutip dari Majalah Tashfiyah edisi 03 Vol. 01 1432H-2011M Hal. 16</p>
<p>Posted with WordPress for BlackBerry.</p>
<br />  <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gocomments/ummuammar88.wordpress.com/1707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/comments/ummuammar88.wordpress.com/1707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godelicious/ummuammar88.wordpress.com/1707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/delicious/ummuammar88.wordpress.com/1707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gofacebook/ummuammar88.wordpress.com/1707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/facebook/ummuammar88.wordpress.com/1707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gotwitter/ummuammar88.wordpress.com/1707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/twitter/ummuammar88.wordpress.com/1707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/gostumble/ummuammar88.wordpress.com/1707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/stumble/ummuammar88.wordpress.com/1707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/godigg/ummuammar88.wordpress.com/1707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/digg/ummuammar88.wordpress.com/1707/" /></a> <a rel="nofollow" href="http://feeds.wordpress.com/1.0/goreddit/ummuammar88.wordpress.com/1707/"><img alt="" border="0" src="http://feeds.wordpress.com/1.0/reddit/ummuammar88.wordpress.com/1707/" /></a> <img alt="" border="0" src="http://stats.wordpress.com/b.gif?host=ummuammar88.wordpress.com&amp;blog=6289386&amp;post=1707&amp;subd=ummuammar88&amp;ref=&amp;feed=1" width="1" height="1" />]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ummuammar88.wordpress.com/2011/05/11/untukmu-wahai-wanita/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
	
		<media:content url="" medium="image">
			<media:title type="html">Ummu 'Ammar</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="http://ummuammar88.files.wordpress.com/2011/05/bunga-matahari1.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">bunga-matahari</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
