Seputar Pakaian Wanita Dalam Shalat 8 November 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fiqih, Muslimah.Tags: aurat ketika shalat, Shalat, wanita dalam shalat
add a comment
Oleh : Syaikh Abdul Aziz Ibnu Abdillah Ibnu Baz
Pertanyaan : Kebanyakan wanita bermudah-mudahan dalam masalah aurat mereka di dalam shalat. Mereka membiarkan kedua lengan bawahnya atau sedikit darinya terbuka/tampak saat shalat, demikian pula telapak kaki bahkan terkadang terlihat sebagian betisnya, apakah seperti ini shalatnya sah?
Jawab : (lagi…)
Menyentuh Wanita Membatalkan Wudhu’? 2 Oktober 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fiqih, Muslimah, Uncategorized.Tags: menyentuh wanita, wudhu
1 comment so far
Penulis : Ustadz Abu Ishaq Muslim
Ustadz yang saya hormati, saya ingin menanyakan satu permasalahan. Di daerah saya banyak orang yang mengaku mengikuti madzhab Syafi’iyah, dan saya lihat mereka ini sangat fanatik memegangi madzhab tersebut. Sampai-sampai dalam permasalahan batalnya wudhu’ seseorang yang menyentuh wanita. Mereka sangat berkeras dalam hal ini. Sementara saya mendengar dari ta’lim-ta’lim yang saya ikuti bahwa menyentuh wanita tidak membatalkan wudhu’. Saya jadi bingung, Ustadz. Oleh karena itu, saya mohon penjelasan yang gamblang dan rinci mengenai hal ini, dan saya ingin mengetahui fatwa dari kalangan ahlul ilmi tentang permasalahan ini. Atas jawaban Ustadz, saya ucapkan Jazakumullah khairan katsira.
(Abdullah di Salatiga)
Jawab:
(lagi…)
Puasa 6 hari pada Bulan Syawal 24 September 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fiqih.Tags: bulan syawal, puasa syawal
1 comment so far
Penulis : Redaksi Assalafy.org
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
« من صام رمضان ثم أتبعه ستا من شوال كان كصيام الدهر »
“Barangsiapa berpuasa Ramadhan kemudian mengikutinya dengan (puasa) enam pada bulan Syawwal, maka jadilah seperti puasa setahun.”
(HR. Muslim 782, dari shahabat Abu Ayyub Al-Anshari radhiyallahu ‘anhu)
Dengan berlalunya Ramadhan, tidak berarti berlalu pula amal ibadah. Justru, di antara tanda seorang berhasil meraih kesuksesan selama bulan Ramadhan adalah tampaknya pengaruh yang terus ia bawa pasca Ramadhan.
Zakat Fitrah Pensuci Jiwa 18 September 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fiqih.Tags: amil zakat, fakir, pensuci jiwa, Zakat fitrah
add a comment
Penulis: Al-Ustadz Qomar ZA, Lc.
Zakat Fitri, atau yang lazim disebut zakat fitrah, sudah jamak diketahui sebagai penutup rangkaian ibadah bulan Ramadhan. Bisa jadi sudah banyak pembahasan seputar hal ini yang tersuguh untuk kaum muslimin. Namun tidak ada salahnya jika diulas kembali dengan dilengkapi dalil-dalilnya.
Telah menjadi kewajiban atas kaum muslimin untuk mengetahui hukum-hukum seputar zakat fitrah. Ini dikarenakan Allah Subhanahu wa Ta’ala mensyariatkan atas mereka untuk menunaikannya usai melakukan kewajiban puasa Ramadhan. Tanpa mempelajari hukum-hukumnya, maka pelaksanaan syariat ini tidak akan sempurna. Sebaliknya, dengan mempelajarinya maka akan sempurna realisasi dari syariat tersebut.
Pihak – Pihak Yang Terkenai Hukum Fidyah 10 September 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fiqih.Tags: hukum fidyah, puasa
add a comment
Penulis: Redaksi Assalafy.org
Di antara syari’at yang diberlakukan oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam shaum Ramadhan adalah pembayaran fidyah yang Allah wajibkan terhadap pihak-pihak tertentu yang mendapatkan keringanan untuk tidak bershaum pada bulan Ramadhan, sebagaimana firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala :
( (وعلى الذين يطيقونه فدية طعام مسكين ) البقرة : 184
‘Dan wajib atas orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak bershaum) membayar fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin.” [Al-Baqarah : 184]
Konsultasi Ramadhan : Wanita Hamil dan Menyusui Tetap Berpuasa 9 September 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fiqih, Muslimah, Tanya Jawab.Tags: puasa wanita hamil, wanita hamil, wanita menyusui
add a comment
Penulis: Redaksi Assalafy.org
Terdapat perbedaan ulama hukum untuk wanita hamil dan menyusui yang tidak meninggalkan puasa, mohon petunjuk mana pendapat yang palin kuat (berdasarkan dalil yang shohih)
Terima kasih
Wassalam
WG
Al Fatah ….. @yahoo.co.id
Jawab :
Konsultasi Ramadhan: Menunda Pembayaran Hutang Puasa 31 Agustus 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fatwa, Fiqih, Tanya Jawab.Tags: hutang puasa, ramadhan
add a comment
Oleh Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih Al-’Utsaimin
(Hukum menunda pembayaran puasa hingga tiba ramadhan tahun berikutnya)
Seseorang memiliki tanggungan/hutang beberapa hari puasa Ramadhan. Namun hingga datang bulan Ramadhan tahun berikutnya ternyata ia belum juga mengqodho’ (mengganti kewajiban/membayar) hutang puasanya tersebut. Bagaimana seharusnya yang ia lakukan? Apakah ia berdosa, dan apakah gugur kewajibannya?
Jawab :
SHALAT TARAWIH (II) 25 Agustus 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Fiqih.Tags: Bulan Ramadhan, Shalat lail, Shalat malam, Shalat tarawih
add a comment
oleh : Al-Ustadz Abu ‘Amr Ahmad
(Jumlah Rakaat, Perbedaan Pendapat tentangnya, dan Cara Menyikapinya)
Jumlah Raka’atnya
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam mengerjakan shalat Tarawih 11 raka’at. Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam tidak pernah menambah dari 11 raka’at hingga beliau berpisah dengan dunia. ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha telah ditanya tentang shalat (Tarawih) Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallampada bulan Ramadhan, maka beliau menjawab :
ما كان يزيد في رمضان ولا في غيره على إحدى عشرة ركعة، يصلي أربعا فلا تسل عن حسنهن وطولهن، ثم يصلي أربعا فلا تسل عن حسنهن وطولهن، ثم يصلي ثلاثا
“Nabi tidak pernah lebih dari 11 raka’at baik di Ramadhan maupun bulan-bulan lainnya. Beliau shalat 4 rakaat, jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat lagi 4 raka’at, jangan ditanya tentang bagus dan panjangnya, kemudian beliau shalat 3 raka’at.” (Muttafaqun ‘alaihi)
Shalat Tarawih (I) 22 Agustus 2009
Posted by Ummu 'Ammar in Uncategorized.Tags: Bulan Ramadhan, Shalat lail, Shalat malam, Shalat tarawih
add a comment
oleh : Al-Ustadz Abu ‘Amr Ahmad
Shalat Malam merupakan ibadah yang sangat utama, banyak dipuji oleh AllahSubhanahu wa Ta’ala dalam Al-Qur`an. Di antaranya Allah ‘Azza wa Jallaberfirman :
إِنَّ الْمُتَّقِينَ فِي جَنَّاتٍ وَعُيُونٍ * آَخِذِينَ مَا آَتَاهُمْ رَبُّهُمْ إِنَّهُمْ كَانُوا قَبْلَ ذَلِكَ مُحْسِنِينَ * كَانُوا قَلِيلًا مِنَ اللَّيْلِ مَا يَهْجَعُونَ * وَبِالْأَسْحَارِ هُمْ يَسْتَغْفِرُونَ * وَفِي أَمْوَالِهِمْ حَقٌّ لِلسَّائِلِ وَالْمَحْرُومِ *
Sesungguhnya orang-orang yang bertaqwa itu berada dalam taman-taman (syurga) dan mata air-mata air, sambil menerima segala pemberian Rabb mereka. Sesungguhnya mereka sebelum itu di dunia adalah orang-orang yang berbuat kebaikan. Di dunia mereka sedikit sekali tidur diwaktu malam. dan selalu memohonkan ampunan diwaktu pagi sebelum fajar. dan pada harta-harta mereka ada hak untuk orang miskin yang meminta dan orang miskin yang tidak mendapat bagian (tidak meminta). (Adz-Dzariyat : 15 – 19)











